<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dancing of Million Pens</title>
	<atom:link href="http://dancingofmillionpens.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com</link>
	<description>When words are not enough</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jun 2011 07:33:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dancingofmillionpens.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dancing of Million Pens</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dancingofmillionpens.wordpress.com/osd.xml" title="Dancing of Million Pens" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian-19)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2011/01/07/sampai-ke-keabadian-bagian-19/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2011/01/07/sampai-ke-keabadian-bagian-19/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 14:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Lena tercengang. “Siapa itu yang tadi menelpon? Mengapa dia memakai nomor Stephen? Di mana Stephen?” Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Lena. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke Jalan La Defense nomor 5 seperti yang dikatakan oleh yang menelpon tadi. Segera ia menelpon Amanda. “Amanda, maaf aku tidak bisa pergi jalan-jalan denganmu. Ada sesuatu yang mendadak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=80&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lena tercengang. “Siapa itu yang tadi menelpon? Mengapa dia memakai nomor Stephen? Di mana Stephen?”</p>
<p>Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak Lena. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke Jalan La Defense nomor 5 seperti yang dikatakan oleh yang menelpon tadi. Segera ia menelpon Amanda.</p>
<p>“Amanda, maaf aku tidak bisa pergi jalan-jalan denganmu. Ada sesuatu yang mendadak harus aku lakukan.” </p>
<p>Amanda bingung, “Lho, tadi semangat mau jalan-jalan. Kog ga jadi? Memang ada apa sih kog kayaknya penting banget?”</p>
<p>Lena terdiam, “Tadi ada yang telpon aku. Pakai nomor Stephen. Penelponnya perempuan. Dia bilang kalau mau tau Stephen di mana, datang ke Jalan La Defense nomor 5.”</p>
<p>	“Lha, ya udah kalau gitu, kita ke La Defense aja. Aku pengen tau ada apa sih emangnya di sana?”</p>
<p>“Betul kamu mau nemani aku, Manda? Kamu kan mau jalan-jalan?”</p>
<p>	“Eh, urusan Stephen lebih penting. Lagipula aku juga penasaran tuh pengen tau, lagi apa Stephen di sana? Kog ga biasanya dia ke La Defense.”</p>
<p>Lena memeluk Amanda, “Thanks, Manda.”</p>
<p>	“Eh kog pake ‘thanks’ segala? Udah semestinya lah. Kamu tuh dah aku anggap seperti saudara sendiri. Yuk kita pergi.”</p>
<p>Perjalanan ke La Defense memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah sampai dan mencari alamat rumah tersebut, mereka akhirnya sampai di depan rumah tersebut. Lena dengan berdebar-debar menekan bel rumah tersebut. Satu menit, dua menit, lima menit, tidak ada yang membukakan pintu.</p>
<p>“Lho kog gak ada yang bukakan pintu sih?” Amanda lalu mencoba membuka gerendel pintu dan ternyata terbuka. Lena memasuki pintu dengan gemetar. Tak sampai satu menit ia segera keluar dengan air mata bercucuran.</p>
<p>“Heh, Len? Ada apa? Len?” Amanda berlari menyusul Lena. Tapi Lena berlari terlalu cepat dan meninggalkan Amanda.</p>
<p>Amanda tersentak lalu memasuki rumah itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=80&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2011/01/07/sampai-ke-keabadian-bagian-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian-18)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/09/09/sampai-ke-keabadian-bagian-ke-18/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/09/09/sampai-ke-keabadian-bagian-ke-18/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 21:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Dua bulan berlalu. Hari-hari yang dilalui selanjutnya oleh Lena terasa begitu berat. Stephen seolah-olah menarik diri. Dari yang biasanya bertemu setiap hari, setidaknya tiga hari sekali; menjadi seminggu sekali, dua minggu sekali, satu bulan sekali. Lena berpikir, “Ada sesuatu yang salah. Semuanya berawal dari ketika Stephen menerima telepon itu. Sejak itu dia jadi aneh. Siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=69&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua bulan berlalu. Hari-hari yang dilalui selanjutnya oleh Lena terasa begitu berat. Stephen seolah-olah menarik diri. Dari yang biasanya bertemu setiap hari, setidaknya tiga hari sekali; menjadi seminggu sekali, dua minggu sekali, satu bulan sekali. </p>
<p>Lena berpikir, “Ada sesuatu yang salah. Semuanya berawal dari ketika Stephen menerima telepon itu. Sejak itu dia jadi aneh. Siapa yang menelpon?”</p>
<p>Berada dalam keresahan terus-menerus, Lena kemudian berpikir lagi, “Apa mungkin Amanda tahu sesuatu tentang hal ini? Lebih baik aku tanyakan kepadanya.”</p>
<p>“Halo, Manda, ini Lena.”</p>
<p>“Hi, Len, tumben nih telpon. Ada apa? Mau ajak aku jalan-jalan ya?”</p>
<p>	“Hahaha, bisa saja nih kamu ini. Boleh jalan-jalan nanti kalau kamu tidak sibuk. Hmm, aku mau tanya. Kamu ingat tidak waktu Stephen terima telpon dari seseorang sekitar 2 bulan lalu?”</p>
<p>	Amanda tertawa, “Lena, Lena, 2 bulan lalu? Jangankan 2 bulan lalu, seminggu atau 3 hari lalu saja aku gak ingat. Eh, Stephen kog belakangan ini jadi aneh ya? Dia gak pernah hang out sama aku lagi lho. Padahal biasanya dia ajak aku hangout dan cari sesuatu buat kamu. Sekarang gak pernah sama sekali. Ada apa tuh sama dia? Kalian ribut ya?”</p>
<p>	“Aku&#8230;&#8230; aku juga bingung, Manda. Sejak dia terima telpon yang entah dari siapa itu, dia jadi berubah drastis. Biasanya selalu ketemu aku setiap hari, setidaknya tiga hari sekali. Sekarang seminggu sekali, makin lama dua minggu, bahkan ini sudah satu bulan lalu trakhir aku ketemu dia. Aku&#8230;” Suara tangis Lena pecah.</p>
<p>“Len, aku cari Stephen ya. Aku mau tanya ke dia kalau gitu. Dia maunya apa sih? Dulu dia selalu Lena ini, Lena itu. Sudah tunangan sama kamu, kog gak jelas juntrungannya gitu sih? Maunya apa sih anak itu?”</p>
<p>	“Jangan, Manda. Thanks, tapi ini urusanku dengan Stephen, aku yang harus bereskan sendiri. Mungkin dia ada masalah yang berat jadi dia susah untuk cerita ke aku.”</p>
<p>“Len, sabar aja ya. Ini memang bukan seperti Stephen yang aku kenal, tapi kalau dia sudah selesai dengan masalahnya mestinya dia biasa lagi seperti dulu. Biasanya cowok kan gitu toh? Lagi pula kamu kenal Stephen kan bukan cuma satu dua hari toh?”</p>
<p>	“Iya, Manda, aku sudah kenal dia 2,5 tahun. Hanya saja 2 bulan terakhir ini, dia seperti orang asing yang tidak kukenal sama sekali. Bagaimana mungkin tahun demi tahun berlalu dan tiba-tiba dalam sekejap, aku hampir-hampir tidak mengenalnya lagi?”</p>
<p>“Len, aku kenal Stephen dari kecil. Dia benar-benar tidak seperti ini. Aku pikir memang ada satu masalah yang sangat serius yang dia gak bisa ceritakan pada kamu. Biasanya kalau sudah ada masalah dengan papanya, dia sering jadi kesal dan mengurung diri.”</p>
<p>	“Ya, aku tahu tentang hubungannya dengan papanya tidak baik. Stephen cerita tentang masa kecilnya, tentang mamanya, tentang sakit hatinya.”</p>
<p>Amanda ternganga, “Stephen cerita ke kamu, Len? Padahal Stephen tertutup banget lho. Ke aku aja, dia cuma cerita sedikit banget. Berarti dia memang cinta mati sama kamu tuh sampai-sampai hal yang jadi masa lalunya dia buka semua ke kamu.”</p>
<p>	Lena tersenyum lemah, “Dulu mungkin iya, tapi sekarang aku tidak tahu lagu, Len. Aku tidak tahu lagi”. Lena kemudian menangis.</p>
<p>“Len, sabar ya. Mungkin Stephen cuma butuh waktu aja. Beri dia waktu dan ruang untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya ya, entah apapun itu.”</p>
<p>Lena menarik nafas panjang dan berusaha menguasai dirinya, “Iya, Manda, thanks ya. Puji Tuhan, aku punya teman sebaik kamu. Kalau tidak ada kamu buat tempat aku cerita, mungkin aku sudah stres berat.”</p>
<p>“Hey, anytime. That’s what friends are for, right?”</p>
<p>	“Yes, you’re right, Manda. Thanks lho.”</p>
<p>“Eh, btw kita jalan yuk? Aku ingat ada sale gila-gilaan di Champs-Elysees. Aku pingin beli tas Prada nih. Sekalian bulan depan aku mau pulang ke Indo, kangen nih sama mama dan papa.”</p>
<p>	Lena berpikir sejenak, “Ok deh kalau gitu setengah jam lagi, kita bertemu di metro yang biasa kalau gitu ya? Ternyata kamu masih anak mama juga toh, Manda?”</p>
<p>“Huahahaha, lah kalau bukan anak mama trus aku anak siapa dong? Masa anak tetangga?”</p>
<p>	Lena tertawa tergelak-gelak, “Bisa saja kamu tuh. Ok deh, sampai ketemu setengah jam lagi.”</p>
<p>Setelah menutup telepon Lena bersiap-siap untuk pergi bersama Amanda ke Champs-Elysees. Champs-Elysees adalah merupakan satu nama kawasan di Paris, Perancis yang merupakan lokasi perbelanjaan terkemuka di sana. Barang-barang yang ditawarkan merupakan barang-barang dengan kualitas tertinggi, dengan merek-merek  yang sudah terkenal di seluruh dunia.</p>
<p>Ketika bersiap-siap akan pergi, tiba-tiba ada telepon masuk. Dari Stephen ternyata. Lena senang sekali. Segera diangkatnya telepon tersebut.</p>
<p>“Stephen, aku senang kamu telpon. Kamu ada di mana?”</p>
<p>Beberapa detik tidak ada suara, lalu, “Kalau kamu mau tahu Stephen ada di mana, pergi ke Jalan La Defense di rumah ke-5.”</p>
<p>Telepon pun kemudian ditutup.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=69&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/09/09/sampai-ke-keabadian-bagian-ke-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian-17)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/08/21/sampai-ke-keabadian-bagian-17/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/08/21/sampai-ke-keabadian-bagian-17/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 08:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Lena terdiam. Stephen terdiam. Sepanjang perjalanan mereka membisu. Radio memutarkan lagu mereka: I finally found someone That knocks me off my feet I finally found the one That makes me feel complete It started over coffee We started out as friends It&#8217;s funny how from simple things The best things begin This time is different [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=64&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lena terdiam. Stephen terdiam. Sepanjang perjalanan mereka membisu. Radio memutarkan lagu mereka:</p>
<p>I finally found someone<br />
That knocks me off my feet<br />
I finally found the one<br />
That makes me feel complete<br />
It started over coffee<br />
We started out as friends<br />
It&#8217;s funny how from simple things<br />
The best things begin </p>
<p>This time is different<br />
And it&#8217;s all because of you<br />
It&#8217;s better than it&#8217;s ever been<br />
&#8216;Cause we can talk it though<br />
My favourite line was<br />
&#8220;Can I call you sometime&#8221;<br />
It&#8217;s all you had to say<br />
To take my breath away </p>
<p>This is it, oh I finally found someone<br />
Someone to share my life<br />
I finally found the one<br />
To be with every night<br />
&#8216;Cause whatever I do<br />
It&#8217;s just got to be you<br />
My life has just begun<br />
I finally found someone </p>
<p>Did I keep you waiting? I didn&#8217;t mind<br />
I apologise, baby that&#8217;s fine<br />
I would wait forever just to know you were mine </p>
<p>You know I love your hair<br />
Are you sure it looks right?<br />
I love what you wear<br />
Isn&#8217;t it too tight?<br />
You&#8217;re exceptional<br />
I can&#8217;t wait for the rest of my life </p>
<p>This is it, oh I finally found someone<br />
Someone to share my life<br />
I finally found the one<br />
To be with every night<br />
&#8216;Cause whatever I do<br />
It&#8217;s just got to be you<br />
My life has just begun<br />
I finally found someone<br />
And whatever I do<br />
It&#8217;s just got to be you<br />
My life has just begun<br />
I finally found someone</p>
<p>Mendengar lagu itu, perlahan-lahan air mata menetes dari mata Lena. Lagu itulah yang menjadi latar belakang ketika satu bulan lalu Stephen mengajak Lena makan malam di satu restoran ternama di Kota Paris dan Stephen meminta Lena untuk mempertimbangkan untuk menikah dengannya.</p>
<p>	“Aku merasa hidupku sudah terbiasa dengan kesendirian, Len. Sampai ketika kau datang, kau memporak-porandakan semuanya. Aku tidak bisa lagi hidup sendiri, tidak lagi setelah kau hadir di dalam hidupku. Len, kamu membuat hidupku yang dulu penuh kesedihan, kesuraman, dan penuh kemarahan yang terpendam itu jadi terasa berbeda. Aku baru tahu namanya bahagia setelah bersamamu. Mungkin aku egois, tapi aku ingin selamanya merasakan bahagia itu. Maukah kau membantuku untuk merasakan bahagia selamanya dengan menemaniku selamanya?”</p>
<p>	Lena tercekat.<br />
	Stephen menggenggam tangan Lena dan kemudian berlutut, “Will you give me an honour to be my wife? I promise you that I will try my best to love, protect, and cherish you for the rest of my life. Do you want to give me an honour to be your husband?”</p>
<p>	Air mata mengalir dari mata Lena, “Yes, I will. I do. It will be an honour for me to be your wife. I promise you that I will try my best to respect, to love, and to help you for the rest of my life.”</p>
<p>	Air mata yang sama, mengalir dari orang yang sama, terjadi ketika mendengar lagu yang sama, dikarenakan oleh orang yang sama, namun dengan alasan yang sangat bertolak belakang. </p>
<p>	Janji yang diucapkan ternyata dengan mudah terganggu oleh satu pertengkaran. Betapa rapuhnya suatu hubungan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=64&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/08/21/sampai-ke-keabadian-bagian-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian-16)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/08/08/sampai-ke-keabadian-bagian-16/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/08/08/sampai-ke-keabadian-bagian-16/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 03:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari berikutnya yang dijalani oleh Lena dan Stephen tampak begitu indah, begitu sempurna. Tiga bulan mereka lalui dengan cepat. Memang saat hidup terasa baik-baik saja dan saat semua terasa begitu indah, waktu terasa berjalan terlalu cepat. Dua orang yang telah melewati sekian waktu dan peristiwa bersama sebagai sahabat akhirnya menautkan hati mereka bersama dalam ikatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=55&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hari berikutnya yang dijalani oleh Lena dan Stephen tampak begitu indah, begitu sempurna. Tiga bulan mereka lalui dengan cepat. Memang saat hidup terasa baik-baik saja dan saat semua terasa begitu indah, waktu terasa berjalan terlalu cepat. Dua orang yang telah melewati sekian waktu dan peristiwa bersama sebagai sahabat akhirnya menautkan hati mereka bersama dalam ikatan cinta.</p>
<p>	Amanda yang mengetahui kabar gembira tentang pertunangan Lena dan Stephen turut bergembira. </p>
<p>“Ah, aku sudah tau, betul kan yang aku bilang?” kata Amanda sambil mengerling ke Stephen.</p>
<p>Stephen tersenyum, “Memang apa yang kamu bilang, Manda?”</p>
<p>“Ahhhh pura-pura lagi. Ck3, kenapa sekarang penyakitmu jadi suka pura-pura gak tau sih?” Decak Amanda sambil berkacak pinggang.</p>
<p>Lena ikut tersenyum, “Memang betul apa sih? Aku juga gak mengerti lho.”</p>
<p>“Benar-benar cocok kalian berdua. Benar-benar sehati. Sampai pura-pura gak tau juga sama. Pura-pura atau IQ jadi jongkok benaran nih? Wah, jangan sampai ya tunangan membuat IQ jadi jongkok.”</p>
<p>Mereka pun tertawa dengan riuh. </p>
<p>“Iya, kamu bener, Da. Akhirnya Lena said ‘yes’. Akhirnya, penantian panjangku berakhir sudah,” Stephen tersenyum sambil memandang<br />
Lena dengan mesra.</p>
<p>Lena menunduk malu dan tersipu-sipu.</p>
<p>Amanda berceloteh lagi, “Ah, memang susah deh kalau dekat-dekat sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta. Dunia milik berdua. Lah, trus aku ke mana dong? Jadi aku harus nge-kos di dunia ini? Wahhhh gawattt!”</p>
<p>Mereka pun tertawa semakin ramai. Tiba-tiba telepon genggam Stephen berbunyi. Stephen melihat layar teleponnya dan sekejap ekspresi wajahnya yang ceria berubah menjadi mendung.</p>
<p>“Steph? Ada apa?” tanya Lena.</p>
<p>Stephen menukas cepat, “Tidak ada apa-apa. Hm.. aku ada telepon penting. Sebentar ya? Kamu dengan Manda dulu saja ya? Tidak apa-apa, kan?”</p>
<p>“Iya, tidak apa-apa kog. Aku tunggu di sini ya?” jawab Lena.</p>
<p>Stephen mengangguk dan beranjak dengan cepat dari tempat dia duduk. Berjalan menjauh dari sana dan mulai bercakap-cakap di telepon. Sementara itu Lena terdiam dan berpikir.</p>
<p>“Tidak biasanya Stephen menerima telepon dari seseorang dengan cara seperti ini. Biasanya dia bicara di dekatku tidak ada masalah. Dari siapa ya telpon itu?”</p>
<p>Amanda yang memperhatikan Lena yang sekejap jadi terdiam langsung mencairkan suasana, “Hei, hei, kog bengong? Awas, nanti ayam tetangga ada yang mati lho!”</p>
<p>“Ayam tetangga mati? Ayam siapa? Tetanggaku tidak ada yang peternak ayam kog. Bagaimana bisa ayamnya mati?” tanya Lena heran.</p>
<p>Amanda tertawa terbahak-bahak, “Lena, Lena. Selalu serius dari dulu hahahaha. Gak pernah lihat iklan ya waktu di Indonesia? Itu lho ada iklan yang orang bengong terus katanya ayam tetangga mati karena orang itu bengong.”</p>
<p>Lena ikut tertawa. Tapi hanya sekejap, ia kembali berpikir, “Apa jangan-jangan&#8230;.”</p>
<p>Tak lama, Stephen kembali lagi. Lena memperhatikan raut wajah Stephen yang semakin kusut.</p>
<p>“Steph? Kamu baik-baik saja?” tanya Lena.</p>
<p>Stephen menghela nafas panjang, “Hm&#8230; Len, kita pulang saja, yuk? Ada yang harus kukerjakan nih.”</p>
<p>“Oh, Ok. Manda? Mau ikut pulang sama-sama?” Lena mengajak Amanda pulang.</p>
<p>“Gak deh, Len. Aku sudah cukup sadar diri kog. Statusku itu nge-kos. Gak mau ganggu si pemilik dunia. Kalau ganggu, bisa-bisa aku diusir dari kosku hahhahahaha.”</p>
<p>Tak urung Stephen dan Lena tersenyum-senyum mendengar kata-kata Amanda. Amanda pun berjalan pergi sambil melambaikan tangan. </p>
<p>Setelah Amanda pergi, suasana hening kembali. </p>
<p>“Steph? Ada apa?”</p>
<p>Stephen terdiam sejenak, kemudian berkata, “Tidak ada apa-apa kog, Len.”</p>
<p>Lena memperhatikan wajah Stephen, “Tidak apa-apa bagaimana? Dari tadi ekspresi wajahmu kog suram begitu?”</p>
<p>“Tidak ada apa-apa kog. Betul, tidak ada apa-apa.”</p>
<p>Lena terdiam, “Baiklah kalau memang tidak ada apa-apa. Hanya saja, aku bukan kenal kamu baru satu atau dua hari, Steph. Lagipula aku kan tunanganmu. Kalau ada apa-apa, aku ingin membantumu. Setidaknya, aku ingin menemanimu.”</p>
<p>	“Aku bilang tidak ada apa-apa berarti tidak ada apa-apa, Lena.” Suara Stephen mulai meninggi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=55&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/08/08/sampai-ke-keabadian-bagian-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian ke-15)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/07/29/sampai-ke-keabadian-bagian-ke-15/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/07/29/sampai-ke-keabadian-bagian-ke-15/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[“Aku sebenarnya memiliki dua jawaban. Aku persilakan kau sendiri yang memilih, Steph. Jawabanku “ya” dan “tidak”. “Ya” aku tidak bisa pungkiri bahwa perlahan-lahan aku mulai menyukaimu dan “tidak” aku bingung karena aku takut ini hanyalah pelarian semata dari rasa kehilanganku pada Mark.” Stephen memegang kedua tangan Lena dan memandangnya dalam-dalam, “Kalau kau serahkan keputusannya kepadaku, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=52&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Aku sebenarnya memiliki dua jawaban. Aku persilakan kau sendiri yang memilih, Steph. Jawabanku “ya” dan “tidak”. “Ya” aku tidak bisa pungkiri bahwa perlahan-lahan aku mulai menyukaimu dan “tidak” aku bingung karena aku takut ini hanyalah pelarian semata dari rasa kehilanganku pada Mark.”</p>
<p>Stephen memegang kedua tangan Lena dan memandangnya dalam-dalam, “Kalau kau serahkan keputusannya kepadaku, baiklah aku yang akan pilihkan bagimu, Len. Berarti saat ini kau adalah kekasihku dan jawabanmu adalah “ya”. Kalaupun kau masih kuatir bahwa kau hanya menyukaiku sebagai teman, tidak apa-apa. Kalaupun kau takut merasa menjadikan aku sebagai pelarian dari Mark, juga tidak apa-apa. Aku pasti akan membuatmu melihatku. Aku yakin akan membuatmu hanya bisa memandangku; bukan Mark, bukan juga laki-laki lain. Percaya padaku, Len. Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku sampai membuatmu benar-benar melupakan Mark.”</p>
<p>Lena terdiam. Sesaat ia menghela nafas lalu berkata, “Baiklah, kita lihat saja. Mudah-mudahan kata-katamu sungguh terjadi karena aku akan benci kalau tidak bisa mencintaimu dengan utuh.”</p>
<p>Stephen tersenyum, “Jangan kuatir. Aku percaya bahwa sedikit banyak kau sudah menyukaiku kog. Cinta adalah proses bukan? Semakin banyak usaha yang kita lakukan bersama untuk bisa mencintai, saat itulah cinta akan terbentuk. Aku sungguh tidak percaya dengan cinta yang hanyalah berbentuk perasaan dan emosi semata. Cinta itu dipupuk dan ditumbuhkan. Saat ini cinta itu sudah ada dalam hatimu. Tugasku hanya merawatnya agar bertumbuh subur.”</p>
<p>Lena tersenyum, “Begitu percaya diri ya? Hmm semoga benar. Aku takut kalau harus kehilangan lagi.” Senyum Lena menghilang, “Aku tidak mau mengalami kehilangan lagi. Kehilangan Mark sudah terlalu berat bagiku.”</p>
<p>“Hei, hei, hei, baru jadi kekasihku kog sudah bicara kehilanganku? Aku sangat sehat. Pasti aku akan baik-baik saja kog. Percaya padaku ya?”</p>
<p>“Hmm aku percaya padamu dan aku lebih lagi percaya kalau memang kau adalah jodohku, maka Tuhan akan menjagamu untukku.”</p>
<p>Stephen tersenyum, “Pasti, pasti. Tenanglah. Sudah, coba minum dulu lemon squash-nya.”</p>
<p>“Ah ya, aku lupa aku tadi titip lemon squash.”</p>
<p>Ketika dibuka, ternyata tidak ada bunyi soda meletup, bahkan dengan sangat mudah dibuka. </p>
<p>	“Lho kog, ini kalengnya kelihatannya rusak. Hmmm isinya juga kog tidak seberat seharusnya.” Lena menggoyang-goyang kaleng lemon squash itu. Terdengar bunyi dentingan.</p>
<p>	“Wah, apa mungkin besi penutupnya masuk ke dalam ya? Hmmm, tidak jadi minum deh. Siapa tau sudah rusak nih isinya.”</p>
<p>	“Sini deh, coba aku minum.” </p>
<p>	Lena memberikan kaleng itu dan lalu Stephen meminumnya, “Normal-normal saja tuh rasanya.”</p>
<p>	“Hmmm.. ya deh, coba aku minum.” </p>
<p>Tak lama, “Lho ada apa ini?”</p>
<p>	Lena membalikkan kaleng itu sehingga isinya tumpah semua dan terlihatlah satu benda kecil meluncur. Cincin. Dilihatnya cincin itu, lalu tiba-tiba ia teringat kejadian satu tahun lalu ketika ia dan Stephen hendak membeli hadiah untuk seorang teman yang akan berulang tahun. </p>
<p>	Ketika itu Lena melihat cincin itu dan waktu itu Lena berpikir cincin itu sangat bagus. Tak sangka ternyata cincin itu ada di dalam kaleng lemon squash.</p>
<p>	“Cincin ini? Sudah satu tahun lalu berlalu&#8230;” Lalu Lena memandang Stephen dan Stephen memandang Lena lembut dan mengambil cincin itu dari tangan Lena.</p>
<p>	“Dalam kertas yang kuberikan, aku menuliskan bahwa 6 bulan lagi aku akan memintamu menjadi istriku. Aku pikir, aku sudah menunggu terlalu lama. Aku cukup yakin untuk memintamu sebagai tunanganku sekarang. Menjadi kekasih saja, rasanya tidak tepat. Aku bukan mencari kekasih, tetapi aku mencari seorang belahan jiwa. Jadi, bagaimana kekasihku? Bersediakah kau menjadi tunanganku?”</p>
<p>	Lena ternganga, “Steph, ini terlalu cepat. Aku, tidak bisa. Aku masih belum juga pulih dari keterkejutanku tadi, sekarang ini menjadi tunangan? Aku tidak bisa.”</p>
<p>	“Karena kau tidak mencintaiku?”</p>
<p>“Bukan, bukan begitu. Tapi bukankah lazimnya biasanya orang berpacaran dulu, baru bertunangan?”</p>
<p>	“Bukankah tujuan berpacaran adalah proses pengenalan lebih dalam untuk mengetahui seseorang tepat menjadi calon istri atau suami?” tanya Stephen.</p>
<p>	Lena mendesah, “Betul.”</p>
<p>“Lalu selama dua tahun ini aku pikir kita sudah terlalu mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Aku tahu karaktermu, kebiasaanmu, kelemahanmu, hobimu, pandangan hidupmu. Begitupula kau tahu persis aku seperti apa. Lalu? Apa lagi yang perlu diketahui?”</p>
<p>	Lena terdiam, “Ya, selain Mark, kau orang yang kukenal dengan sangat baik.”</p>
<p>“Saat aku dalam kondisi sulit, kau berada di sampingku. Begitu pula sebaliknya. Kita sudah berbagi dalam situasi senang dan susah bukan? Kalau ujian waktu, kita sudah melewati 2 tahun untuk mengenal. Ujian jarak, saat kau bersama Mark itulah ujian jarak bagiku. Ujian dalam kondisi sehari-hari, aku sudah melihat dirimu dalam kondisi terburuk, begitu juga sebaliknya. Ujian kesetiaan, aku sudah melihat kesetiaanmu pada Mark dan aku juga tetap setia mencintaimu selama ini, tidak berpaling pada yang lain. Jadi? Tunggu apa lagi?” tanya Stephen.</p>
<p>	Lena tersenyum, “Baiklah, baiklah. Kau benar, Steph.”</p>
<p>Stephen lalu memasangkan cincin yang dipegangnya ke jari manis Lena, “Tunanganku, aku akan menjagamu baik-baik. Jangan kuatir.”</p>
<p>	Lena tersenyum lebar, “Aku percaya padamu. Aku tidak kuatir. Tunanganku.”</p>
<p>Hari itu dua hati akhirnya bertaut juga. Perjalanan yang panjang, akhirnya mempertemukan hati mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=52&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/07/29/sampai-ke-keabadian-bagian-ke-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian-14)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/07/03/sampai-ke-keabadian-bagian-14/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/07/03/sampai-ke-keabadian-bagian-14/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 02:54:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Sementara Stephen pergi, Lena sibuk membaca kode-kode yang ada. “Hmmmm, 5 = E lalu T = 20, hmm coba kuhitung-hitung dulu. Betul! Ini menggunakan sistem alfabet biasa. Lalu T = 20, ah berarti yang memiliki 2 digit angka ditandai dengan garis bawah. Seharusnya tidak sulit.” Sepuluh menit kemudian Stephen kembali dengan membawa capuchino untuknya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=49&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sementara Stephen pergi, Lena sibuk membaca kode-kode yang ada.<br />
“Hmmmm, 5 = E lalu T = 20, hmm coba kuhitung-hitung dulu. Betul! Ini menggunakan sistem alfabet biasa. Lalu T = 20, ah berarti yang memiliki 2 digit angka ditandai dengan garis bawah. Seharusnya tidak sulit.”<br />
Sepuluh menit kemudian Stephen kembali dengan membawa capuchino untuknya dan lemon squash pesanan Lena.<br />
“Nih, Lemon Squash-mu. Sudah selesai belum?” Tanya Stephen.<br />
“Belum, baru setengah.”<br />
Setelah dua puluh menit menerjemahkan sandi-sandi angka yang Anda, Lena pun mendapati tulisan seperti demikian:</p>
<p>Coba ganti “nya” dengan Lena dan “aku” dengan “Stephen”<br />
Sekarang,</p>
<p>Aku</p>
<p>Dari,</p>
<p>Apakah jawabannya?<br />
Detik ini</p>
<p>Aku akan memintanya untuk menjadi ibu dari anak-anakku<br />
Enam bulan lagi</p>
<p>Aku akan melindunginya<br />
Dua bulan lagi</p>
<p>Aku akan membuat dia selalu tertawa<br />
Tiga bulan lagi</p>
<p>Aku akan membuat dia semakin menyadari betapa istimewanya dia<br />
Bulan depan</p>
<p>Aku akan memegang tangannya ketika dia membutuhkanku<br />
Dua minggu lagi</p>
<p>Aku akan menyiapkan bahuku untuk tempatnya menangis<br />
Bulan depan</p>
<p>Aku akan selalu berada di sampingnya<br />
Minggu depan</p>
<p>Aku akan selalu menyayanginya<br />
Besok</p>
<p>Aku akan selalu menjaganya<br />
Lusa</p>
<p>Aku memintanya membuka hatinya buatku<br />
Hari ini</p>
<p>Petunjuk:</p>
<p>5 = E<br />
T = 20</p>
<p>“Hm&#8230; kog tetap bingung ya?” jawab Lena.<br />
“Baca dari bawah, nanti kau akan mengerti,” jelas Stephen.<br />
	Setelah dibaca dari bawah, barulah Lena mengerti. Tertulis seperti berikut:</p>
<p>Hari ini<br />
Aku memintanya membuka hatinya buatku<br />
Besok<br />
Aku akan selalu menyayanginya<br />
Lusa<br />
Aku akan selalu menjaganya<br />
Minggu depan<br />
Aku akan selalu berada di sampingnya<br />
Dua minggu lagi<br />
Aku akan memegang tangannya ketika dia membutuhkanku<br />
Bulan depan<br />
Aku akan menyiapkan bahuku untuk tempatnya menangis<br />
Dua bulan lagi<br />
Aku akan melindunginya<br />
Tiga bulan lagi<br />
Aku akan membuat dia selalu tertawa<br />
Enam bulan lagi<br />
Aku akan membuat dia semakin menyadari betapa istimewanya dia<br />
Enam bulan lagi<br />
Aku akan memintanya untuk menjadi ibu dari anak-anakku</p>
<p>Sekarang,<br />
Coba ganti “nya” dengan Lena dan “aku” dengan “Stephen”</p>
<p>Detik ini<br />
Apakah jawabannya?</p>
<p>Dari,</p>
<p>Aku</p>
<p>Lena tersentak, tertegun, dan tak sanggup berkata-kata.<br />
	“Jadi? Apakah detik ini telah sampai jawabannya?” tanya Stephen perlahan.<br />
	Lena terdiam, “Hm&#8230;. aku&#8230;.aku&#8230;”<br />
“Tidak apa-apa kalau belum ada jawabannya,” jawab Stephen tersenyum, “Aku masih sabar menanti kog. Asal memang pada akhirnya kau memberikan jawabannya, Len. Entah “ya” atau “tidak” tidak menjadi masalah bagiku. Tapi tolong jangan terlalu lama ya, walau aku ingin hidup 1000 tahun lagi tapi kalau menanti 1000 tahun lagi rasanya aku sudah masuk kubur dulu nih.” Stephen tertawa pendek.<br />
Lena menarik nafas panjang, “Stephen, terima kasih untuk memberiku waktu-waktu yang indah. Terima kasih untuk berada di sampingku selama ini. Setelah Mark pergi, keberadaanmu di sampingku sungguh membuat aku jadi bisa melupakan Mark. Aku tidak akan membuatmu menunggu lagi. Aku akan memberikan jawabannya sekarang.”<br />
Sekarang giliran Stephen yang menarik nafas pendek, berdebar-debar menanti jawaban Lena, “Ok, Len. Jawabanmu adalah?”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=49&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/07/03/sampai-ke-keabadian-bagian-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian 13)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-13/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-13/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 16:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Lena terdiam. Perkataan Stephen yang terakhir meninggalkan kesan yang begitu dalam. Sampai ke keabadian, itulah yang ia rasakan ketika pertama kali bertatapan dengan Mark. Dalan hati Lena mengeluh, “Apakah aku harus memberi kesempatan pada Stephen? Haruskah aku membuka hatiku lagi? Bagaimana kalau Stephen pun pergi?” Stephen meraih tangan Lena, “Maaf, aku terlalu mendesakmu. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=30&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Lena terdiam. Perkataan Stephen yang terakhir meninggalkan kesan yang begitu dalam. Sampai ke keabadian, itulah yang ia rasakan ketika pertama kali bertatapan dengan Mark.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Dalan hati Lena mengeluh, “Apakah aku harus memberi kesempatan pada Stephen? Haruskah aku membuka hatiku lagi? Bagaimana kalau Stephen pun pergi?”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Stephen meraih tangan Lena, “Maaf, aku terlalu mendesakmu. Aku terlalu egois. Sudah lupakan saja perkataanku tadi. Nah itu makanan kita sudah datang. Yuk, kita makan dulu.”<br />
Lena mengangguk. Diiringi musik yang lembut mereka menghabiskan makan malam mereka bersama. Mengobrol bersama Stephen memang menyenangkan. Selain karena Stephen memang berwawasan luas, ia juga memiliki selera humor yang bagus. Malam yang panjang jadi tidak terasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Stephen kemudian mengantarkan Lena pulang, “Sampai ketemu besok.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">“Sampai ketemu besok, Step. Thanks for the dinner.”<br />
”You’re welcome, Len.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Sepulangnya Stephen, Lena merenung, “Benar, Mark memang tidak akan kembali lagi. Aku sudah berjanji pada Mark bahwa aku akan melanjutkan hidupku lagi. Aku sudah mengenal Stephen cukup lama dan aku tahu dia orang yang sangat baik. Aku akan aman bersama dengannya. Mungkin memang aku harus memberi Stephen kesempatan. Segera, Step. Segera.”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Sejak itu, Lena banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Stephen. Ya, bahkan setiap hari Lena selalu bersama Stephen. Tidak terasa tiga bulan sudah mereka bersama terus. Lena masih teringat bahwa hari-harinya penuh dengan canda tawa bersama dengan Stephen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Bersamaan dengan dekat dengan Stephen, Lena juga semakin dekat dengan Amanda, sepupu jauh Stephen. Yah, sebetulnya bukan sepupu jauh sih, karena mereka memang tidak ada ikatan darah. Tetapi karena tante Stephen menikah dengan pamannya Amanda, jadilah mereka menjadi sepupu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Hari-hari Lena jadi lebih semarak dengan adanya kehadiran Amanda. Amanda bertolak belakang dengan dirinya, selalu santai, menyikapi hidup dengan tanpa banyak berpikir, dan sangat ceria. Benar-benar kombinasi yang menarik. Stephen mungkin merupakan kombinasi dari mereka berdua. Jadilah mereka kemana-mana sering bertiga. Amanda selama ini berperan sebagai mak comblang mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Contohnya saja ketika sore hari mereka sedang berjalan-jalan bersama, Amanda tahu-tahu menyerocos, “Kenapa perempuan sering dibilang datang bulan waktu pada dapet mens?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Hmm, kalau dibilang datang matahari, berat kali hahahhaa.” Jawab Stephen bingung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">”Soalnya kan tiap bulan dapatnya, jadi ya gitu, datang bulan.” Jawab Lena kalem.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Soalnya kalau datang Lena, nanti yang seneng Stephen deh,” celetuk Amanda asal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Lho? Kog ga nyambung?” Lena bingung.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Stephen cuma senyum-senyum sendiri saja, “Garing ah.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Lho kog garing? Bener kan? Lagian kalau garing, bagusnya dimakan. Tuh kaya ayam goreng krispi bikinan Lena,” jawab Amanda santai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Stephen dan Lena cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Amanda yang cuek.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Ah ya, jadi ingat nih. Mumpung bicara masalah garing, aku ada tebak-tebakan nih,” kata Stephen sambil mengeluarkan selembar kertas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Tebak-tebakan? Itu sih Lena yang paling suka. Aku malas ikutan tebak-tebakan,” jawab Amanda sambil pergi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Lho mau kemana, Da?” Tanya Lena.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Mau pulang dulu. Besok deadline tugas nih. Prof. Simon sudah wanti-wanti nih, kalau ada mahasiswanya yang terlambat mengumpulkan, bisa di- “kek”,” jawab Amanda sambil menirukan gerak-gerik orang mencekik leher.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Ugh, seram. Ya sudah pulang sana. Hati-hati di jalan ya,” Stephen melambaikan tangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Ya, sampai ketemu besok. Mudah-mudahan besok Prof. Aileen tidak memberiku tambahan tugas lagi. Ah, masa mudaku habis untuk mengerjakan tugas. Tolonggg!!!” Seru Amanda sambil beranjak pergi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">”Amanda memang lucu,” Lena tertawa-tawa kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">“Hm.. coba lihat&#8230; wah apa ini? Sandi kunci militer?” Tanya Lena sambil melihat selembar kertas yang disodorkan Stephen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">Tulisan yang tertera memang seperti rahasia di film-film spionase.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">3<span style="text-decoration:underline;">15</span>21 71<span style="text-decoration:underline;">1420</span>9 “<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1” 45<span style="text-decoration:underline;">14</span>71<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">12</span>5<span style="text-decoration:underline;">14</span>1 41<span style="text-decoration:underline;">14</span> “1<span style="text-decoration:underline;">1121</span>” 45<span style="text-decoration:underline;">14</span>71<span style="text-decoration:underline;">14</span> “<span style="text-decoration:underline;">1920</span>5<span style="text-decoration:underline;">16</span>85<span style="text-decoration:underline;">14</span>”</p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;">19</span>5<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">18</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span>7,</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">41<span style="text-decoration:underline;">18</span>9,</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">16</span>1<span style="text-decoration:underline;">11</span>18 <span style="text-decoration:underline;">10</span>1<span style="text-decoration:underline;">23</span>121<span style="text-decoration:underline;">141425</span>1?</p>
<p class="MsoNormal">45<span style="text-decoration:underline;">20</span>9<span style="text-decoration:underline;">11</span> 9<span style="text-decoration:underline;">14</span>9</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>9<span style="text-decoration:underline;">1420</span>1<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1 <span style="text-decoration:underline;">2114202111</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">1410</span>149 92<span style="text-decoration:underline;">21</span> 41<span style="text-decoration:underline;">18</span>9 1<span style="text-decoration:underline;">14</span>1<span style="text-decoration:underline;">11</span>-1<span style="text-decoration:underline;">14</span>1<span style="text-decoration:underline;">111121</span></p>
<p class="MsoNormal">5<span style="text-decoration:underline;">14</span>1<span style="text-decoration:underline;">13</span> 2<span style="text-decoration:underline;">2112</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">12</span>179</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">12</span>9<span style="text-decoration:underline;">14</span>4<span style="text-decoration:underline;">2114</span>79<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1</p>
<p class="MsoNormal">4<span style="text-decoration:underline;">21</span>1 2<span style="text-decoration:underline;">2112</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">12</span>179</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>2<span style="text-decoration:underline;">21</span>1<span style="text-decoration:underline;">20</span> 491 <span style="text-decoration:underline;">19</span>5<span style="text-decoration:underline;">12</span>1<span style="text-decoration:underline;">1221</span> <span style="text-decoration:underline;">20</span>5<span style="text-decoration:underline;">1820</span>1<span style="text-decoration:underline;">23</span>1</p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;">20</span>971 2<span style="text-decoration:underline;">2112</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">12</span>179</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>2<span style="text-decoration:underline;">21</span>1<span style="text-decoration:underline;">20</span> 491 <span style="text-decoration:underline;">19</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>1<span style="text-decoration:underline;">11</span>9<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">1425</span>141<span style="text-decoration:underline;">18</span>9 25<span style="text-decoration:underline;">20</span>1<span style="text-decoration:underline;">16</span>1 9<span style="text-decoration:underline;">1920</span>9<span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">23</span>1<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1 491</p>
<p class="MsoNormal">2<span style="text-decoration:underline;">2112</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> 45<span style="text-decoration:underline;">16</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>571<span style="text-decoration:underline;">14</span>7 <span style="text-decoration:underline;">20</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span>71<span style="text-decoration:underline;">141425</span>1 <span style="text-decoration:underline;">11</span>5<span style="text-decoration:underline;">20</span>9<span style="text-decoration:underline;">11</span>1 491 <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>2<span style="text-decoration:underline;">212021</span>8<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">141121</span></p>
<p class="MsoNormal">4<span style="text-decoration:underline;">21</span>1 <span style="text-decoration:underline;">13</span>9<span style="text-decoration:underline;">14</span>77<span style="text-decoration:underline;">21</span> <span style="text-decoration:underline;">12</span>179</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">1425</span>91<span style="text-decoration:underline;">1611</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> 218<span style="text-decoration:underline;">211121</span> <span style="text-decoration:underline;">2114202111</span> <span style="text-decoration:underline;">20</span>5<span style="text-decoration:underline;">1316</span>1<span style="text-decoration:underline;">201425</span>1 <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">14</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span>79<span style="text-decoration:underline;">19</span></p>
<p class="MsoNormal">2<span style="text-decoration:underline;">2112</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> 45<span style="text-decoration:underline;">16</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">19</span>5<span style="text-decoration:underline;">12</span>1<span style="text-decoration:underline;">1221</span> 25<span style="text-decoration:underline;">18</span>141 49 <span style="text-decoration:underline;">19</span>1<span style="text-decoration:underline;">1316</span>9<span style="text-decoration:underline;">14</span>7<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1</p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;">13</span>9<span style="text-decoration:underline;">14</span>77<span style="text-decoration:underline;">21</span> 45<span style="text-decoration:underline;">16</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span></p>
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">19</span>5<span style="text-decoration:underline;">12</span>1<span style="text-decoration:underline;">1221</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1<span style="text-decoration:underline;">25</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span>79<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1</p>
<p class="MsoNormal">1221191</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> 1<span style="text-decoration:underline;">11</span>1<span style="text-decoration:underline;">14</span> <span style="text-decoration:underline;">19</span>5<span style="text-decoration:underline;">12</span>1<span style="text-decoration:underline;">1221</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">1410</span>171<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1</p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;">25191511<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">1<span style="text-decoration:underline;">1121</span> <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>9<span style="text-decoration:underline;">1420</span>1<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1 <span style="text-decoration:underline;">13</span>5<span style="text-decoration:underline;">13</span>2<span style="text-decoration:underline;">2111</span>1 81<span style="text-decoration:underline;">20</span>9<span style="text-decoration:underline;">1425</span>1 2<span style="text-decoration:underline;">21</span>1<span style="text-decoration:underline;">201121</span></p>
<p class="MsoNormal">81<span style="text-decoration:underline;">18</span>9 9<span style="text-decoration:underline;">14</span>9</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Petunjuk:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">5 = E</p>
<p class="MsoNormal">T = <span style="text-decoration:underline;">20</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">“Nah, selamat memecahkan sandi yang ada. Aku mau beli kopi dulu di toko swalayan Anders.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">“Ok, aku titip satu ya. Pasti haus nih, sesudah memutar otak memecahkan sandi-sandi ini,” sahut Lena.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;">“Ya, Lemon Squash seperti biasa kan?”</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Iya, kau tahu betul kesukaanku, Steph.” Jawab Lena sambil tersenyum simpul.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=30&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian 12)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-12/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-12/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 16:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Pukul 7.00 malam pun tiba dengan cepat. Ternyata Stephen mengajak Lena ke salah satu restauran steak yang terkenal di Kota Paris. Sejauh mata memandang, tampaklah pasangan demi pasangan sedang bercanda ria dan saling unjuk kemesraan. Sesudah memesan appetizer, main course, dan dessert, Lena dan Stephen memperhatikan sekelilingnya. Ruangan yang sangat elegan dengan warna dominan putih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=28&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pukul 7.00 malam pun tiba dengan cepat. Ternyata Stephen mengajak Lena ke salah satu restauran steak yang terkenal di Kota Paris. Sejauh mata memandang, tampaklah pasangan demi pasangan sedang bercanda ria dan saling unjuk kemesraan.<br />
Sesudah memesan appetizer, main course, dan dessert, Lena dan Stephen memperhatikan sekelilingnya. Ruangan yang sangat elegan dengan warna dominan putih dan krem mengesankan efek ruang yang lebih luas. Permainan cahaya lampu yang lebih temaram menyemburatkan kesan romantis. Lebih lengkap lagi ketika suara jazz yang mengalun lembut dari saxophone, diiringi dengan piano. Ah, malam yang sempurna bagi para pasangan.<br />
“Hmm&#8230; jadi iri nih,” kata Stephen sambil menaikkan dagunya ke arah pasangan-pasangan yang sedang bercengkrama.<br />
“Hahahaa, salah sendiri kenapa kau tidak mau mencari pasangan?” Tawa Lena.<br />
“Lho, kog tidak mencari pasangan. Kan kau pasanganku?” Kedip Stephen menggoda.<br />
“Lho, lho, lho. Kog bisa begitu? Iseng lagi, iseng lagi,” Tawa Lena pun meledak.<br />
“Bagaimana kalau tidak iseng? Bagaimana kalau aku serius?” Stephen tiba-tiba serius.<br />
Lena terdiam. Mereka bertatapan agak lama.<br />
“Pikirkan baik-baik ya, Len. Aku serius,” kata Stephen pelan.<br />
Lena termenung.<br />
“Maaf, mungkin aku terlalu cepat tetapi aku sudah lama menyukaimu, jauh sebelum kau mengenal Mark. Aku menyukaimu dari sejak kita pertama bertemu di kampus, 2 tahun lalu. Aku tidak mengerti, tapi baru kali itulah aku merasa langsung tertarik pada seorang wanita. Begitu saja, pada pandangan pertama.”<br />
”Thanks, Step. Aku merasa tersanjung. Tetapi seperti katamu, ini terlalu cepat. Aku belum siap untuk membuka hatiku lagi, entah bagimu atau bagi pria lain. Mark begitu sempurna bagiku. Aku percaya dia belahan jiwaku. Kehilangan dirinya seperti kehilangan separuh nafasku, sepenggal jiwaku, dan sebentuk hidupku.”<br />
”Len, aku mengerti. Tapi apapun yang kau rasakan terhadap Mark, tidak akan bisa mengembalikan dirinya, tidak bisa membuat ia hidup lagi. Maaf kalau hal ini terdengar keras bagimu. Aku hanya ingin membukakan matamu. Di sini, ada seorang yang sungguh mencintaimu. Di sini, ada seseorang dengan jantung yang selalu berdetak hanya bagimu. Bukalah matamu, Len, dan pandanglah aku.”<br />
Lena menghela nafas panjang, “Step, kau pria yang baik. Kalaupun aku akan membuka hatiku lagi, mungkin kaulah orang yang kupilih. Tapi saat ini, aku masih butuh waktu. Maaf.”<br />
Stephen tersenyum, “Tidak apa-apa, selama apapun kau minta, aku akan membuat hatimu berpaling padaku. Akan datang satu hari, saat kau akan dapat melihatku. Suatu waktu nanti, kau akan bisa mencintaiku. Aku berjanji.”<br />
Lena tersentak, “Stephen, kau terlalu percaya diri. Belum tentu aku dapat mencintai lagi. Jangan tunggu aku.”<br />
“Hatiku sudah memilihmu dari saat pertama. Aku tahu benar dan tidak akan berpaling pada yang lainnya.”<br />
“Terserah kau lah. Aku tidak bisa berkata apa-apa, tetapi aku sudah mengatakan padamu jangan menunggu aku. Aku tidak mau membuang-buang waktumu.”<br />
”Lena, bisa bersamamu, selamanya aku tidak akan menyesal. Sampai ke keabadian menunggumu asalkan bisa bersamamu pun tidak apa-apa.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=28&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian 11)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-11/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-11/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 16:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[“Peristiwa saat kecil? Hmm akan terlalu banyak dan terlalu menyakitkan. Aku pikir bukan hal yang penting untuk saat ini. Aku tidak ada masalah dengan masa laluku,” jawab Stephen dengan perlahan. “Kalau memang tidak ada masalah dengan masa lalumu, lalu mengapa kau sampai begitu berat dan sedih ketika menceritakannya? Step, cepat atau lambat kau harus berdamai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=26&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Peristiwa saat kecil? Hmm akan terlalu banyak dan terlalu menyakitkan. Aku pikir bukan hal yang penting untuk saat ini. Aku tidak ada masalah dengan masa laluku,” jawab Stephen dengan perlahan.</p>
<p>“Kalau memang tidak ada masalah dengan masa lalumu, lalu mengapa kau sampai begitu berat dan sedih ketika menceritakannya? Step, cepat atau lambat kau harus berdamai dengan dirimu, dengan masa lalumu. Penundaan hanya akan membuatnya lebih buruk,” Sahut Lena.</p>
<p>“Not now, Len. Not now.”</p>
<p>Lena menghela nafas, “Ok, Step. It’s your life. It’s your decision.”</p>
<p>Mereka terdiam agak lama.</p>
<p>Tiba-tiba Stephen mengacak-acak rambut Lena, “Yuk makan steak nanti malam?”</p>
<p>“Huh? Nanti malam?”</p>
<p>“Kenapa? Sudah ada rencana untuk nanti malam?”</p>
<p>“Tidak ada, sih. Hanya saja, kog tiba-tiba kau mengajakku makan steak nanti malam? Mengalihkan perhatian ya?” Sahut Lena sambil tertawa.</p>
<p>”Tidak, kog. Kan tadi sebelumnya aku sudah menawarkan, tuh, untuk mentraktir kau makan steak. Iya kan?”</p>
<p>”Hahaha, Stephen, Stephen. Aku memang susah berdebat denganmu.”</p>
<p>“Iya dong. Stephen gitu lho.”</p>
<p>“OK, deal. Nanti malam pukul 7 deh.”</p>
<p>“Nanti kujemput di apartemenmu ya?”</p>
<p>“Thanks, Steph. Aku betul-betul butuh banyak kegiatan untuk membuat aku lupa pada Mark.” Kali ini giliran pandangan Lena yang menerawang jauh.</p>
<p>“Hey, ayo semangat! Lena yang kukenal selalu semangat dan ceria,” kata Stephen sambil menepuk bahu Lena.</p>
<p>Lena tersenyum dan sambil menggelengkan kepala untuk mengusir kenangan yang singgah tiba-tiba, ia pun bangkit dari duduknya, “Semangat! Semangat!”</p>
<p>“Nah begitu dong. Itu baru Lena,” senyum Stephen senang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=26&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampai ke Keabadian (Bagian-10)</title>
		<link>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-10/</link>
		<comments>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-10/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 16:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>archaengela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dancingofmillionpens.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Berdeham sebentar, mengubah posisi duduknya, lalu dengan tatapan mata yang menerawang jauh ke depan Stephen mulai bercerita. “Mungkin kau tidak tahu, tetapi mama dan papaku sudah bercerai 10 tahun yang lalu. Aku tinggal dengan mamaku dan papaku memberikan support keuangan selama bertahun-tahun. Mungkin kau menyangka ia ayah yang baik. Aku berharap dan ingin sekali percaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=24&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdeham sebentar, mengubah posisi duduknya, lalu dengan tatapan mata yang menerawang jauh ke depan Stephen mulai bercerita.</p>
<p>“Mungkin kau tidak tahu, tetapi mama dan papaku sudah bercerai 10 tahun yang lalu. Aku tinggal dengan mamaku dan papaku memberikan support keuangan selama bertahun-tahun. Mungkin kau menyangka ia ayah yang baik. Aku berharap dan ingin sekali percaya begitu. Sayangnya tidak demikian.</p>
<p>Ayah memiliki posisi yang sangat terpandang dalam masyarakat. Semua orang mengenalnya sebagai orang yang hebat dan luar biasa dermawan. Oleh karena itu, untuk melindungi citra baiknya ia tetap menyokong kami, mama dan aku.” Stephen tertawa getir.</p>
<p>“Hanya sebuah proyek amal untuk mempertahankan citra baiknya. Itulah yang ia lakukan. Pada anak laki-laki pertama dan satu-satunya. Tidak ubahnya ia mendanai Proyek A, B, dan C. Kami hanyalah proyek belas kasihan. Lima belas tahun pertama dalam hidupku penuh dengan pertengkaran mama dan papa. Aku saat itu terlalu naif. Berpikir bahwa mungkin sedikit pbanyak itu salahku.” Stephen terdiam. Matanya tampak berkaca-kaca. Telapak tangannya mengepal.</p>
<p>“Steph, tidak usah diteruskan kalau hanya membuatmu mengingat luka masa lalu. Aku minta maaf kalau aku membuatmu harus membuka luka lama.” Kata Lena sambil menyentuh lengan Stephen perlahan.</p>
<p>“Mungkin aku sudah lelah menyimpan semua ini sendiri, Len. Aku berharap dengan menceritakan ini, aku bisa melupakan semuanya. Sekali untuk selamanya.”</p>
<p>“Baiklah kalau itu yang kau mau, Steph. Aku berharap setelah selesai menceritakan itu semua, kau akan merasa jauh lebih baik.”</p>
<p>“Entahlah, Len. Aku sangat tidak yakin, tapi aku akan lanjutkan ceritaku. Dari anak nakal, perlahan-lahan aku berubah jadi anak baik. Selalu jadi nomor 1. Menjadi bintang di segala kesempatan: di kelas, di lapangan, di organsisasi, di gereja, di berbagai perlombaan yang dapat aku ikuti: musik, kemampuan berorasi, pengetahuan umum, membuat film. Semua aku ikuti dan aku selalu jadi juara.”</p>
<p>Lena terpana, “Jadi juara dalam segala bidang? Pada usia 15 tahun?”</p>
<p>Stephen tersenyum tipis, “Ya. Sulit dipercaya bukan? Saat anak seusiaku sibuk main ke sana kemari, aku sibuk berlatih, belajar, dan berjuang untuk menang dan menang. Aku pikir dengan begitu, papaku akan bangga padaku. Akan memujiku dan sedikit banyak aku berharap keluarga kami akan dapat menjadi keluarga yang normal. Tetapi, bukan pujian yang kudapatkan, malahan lebih banyak lagi kritikan. Aku makin tenggelam dalam semua kegiatanku dan mulai percaya bahwa apapun yang kulakukan tidak akan dapat membuat papaku bangga padaku.”</p>
<p>Dua tetes air mata mulai bergulir dari kedua mata Stephen. Secepat air mata itu menetes, secepat itu pula Stephen menghapusnya.</p>
<p>“Bagaimana dengan mamamu? Pasti dia bangga denganmu bukan?”</p>
<p>“Mama? Ya, dia bangga sekali. Dia terlalu lemah untuk bertahan menghadapi kemarahan Papa dan hanya bisa diam, menerima, dan pasrah. Ia selalu berkata, aku harapan hidupnya satu-satunya. Ternyata 15 tahun Mama bertahan dan akhirnya dinding itu pun hancur. Papa berselingkuh. Pertama sembunyi-sembunyi. Lalu semakin terang-terangan, bahkan sampai berani membawa wanita itu ke rumah. Mama tetap bungkam. Ketika kutanya, ternyata demi aku. Ia bertahan dalam pernikahan yang hancur demi aku.”</p>
<p>Stephen menundukkan kepala, menangis. Ia berusaha keras menghentikan air matanya, tapi tak kunjung berhasil. Lena memeluk Stephen.</p>
<p>“Ssssh&#8230; tidak apa-apa. Menangis saja kalau itu bisa membuatmu lebih baik.”</p>
<p>Tiga menit berlalu.</p>
<p>“Maaf, tidak biasanya aku seperti ini. Biasanya aku baik-baik saja. Mungkin berdekatan denganmu memiliki efek tersendiri.” Stephen tertawa pelan.</p>
<p>“Efek tersendiri? Efek apa? Kog kedengarannya negatif betul?” tanya Lena.</p>
<p>“Hahahaha, selalu serius. Efek yang tidak pernah kutemukan dalam wanita yang lain tentunya.” Goda Stephen sambil mengedipkan sebelah matanya.</p>
<p>“Wah, ternyata sedang mengisengi aku, ya? Ck ck ck, bagus sekali. Aku pulang, ah, kalau begitu!” jawab Lena pura-pura marah.</p>
<p>“Duh nona cantik marah. Jangan cepat marah, dong, Non. Nanti cepat tua.” Goda Stephen semakin gencar.</p>
<p>“Ahahahaa, tua itu kan pasti. Lagipula tadi hanya pura-pura kog.” Senyum Lena.</p>
<p>“Ya, aku tahu kog. Tapi aku suka pose dan ekspresi pura-pura marahmu. Ulangi lagi dong?” goda Stephen lagi.</p>
<p>“Boleh, tapi traktir aku makan steak dulu hehehe. Kan tidak baik berekspresi cemberut. Ada yang bilang nanti cepat tua katanya.” Kali ini Lena yang giliran menggoda Stephen.</p>
<p>“Ok. Boleh. Jadi mau kapan makan steak-nya? Sekarang juga boleh. Nanti malam juga boleh. Besok tidak masalah. Lusa juga siap. Tinggal kau tentukan saja, Nona.” Kata Stephen.</p>
<p>“Lho, kog jadi serius? Aku kan cuma membalas keisenganmu tadi. Jangan terlalu seriuslah. Nanti cepat tua.” Jawab Lena sambil tersenyum-senyum kecil.</p>
<p>“Buat Lena yang cantik kalau harus cepat tua juga tidak apa-apa kog.” Jawab Stephen sambil menepuk-nepuk kepala Lena dengan pelan.</p>
<p>Lena meledak tertawa.</p>
<p>“Kalau aku tidak tahu sifatmu, pasti aku sudah menyangka ini salah satu bentuk rayuan gombalmu.”</p>
<p>“Lho kog gombal? Gombal bagaimana? Kau memang cantik, itu kenyataan. Aku mau menraktirmu makan steak kapanpun kau mau, itu juga kenyataan. Nah, coba tunjukkan gombalnya di mana?” goda Stephen sambil tersenyum-senyum lebar.</p>
<p>“Ahahaha sudah ah. Lanjutkan ceritanya tidak nih?”</p>
<p>Stephen terdiam beberapa saat.</p>
<p>“Maaf. Aku seharusnya tidak bertanya.” Sesal Lena.</p>
<p>“tidak. Memang aku harus menceritakannya sampai selesai. Aku belum pernah menceritakannya pada siapapun, tapi aku tidak berbohong ketika mengatakan bahwa kau memiliki efek tertentu yang tidak dimiliki wanita lain. Dekat denganmu menimbulkan rasa hangat dan nyaman. Mengingatkanku pada mamaku&#8230;. almarhumah.”</p>
<p>Lena tersentak.</p>
<p>“Aku turut berbela sungkawa.”</p>
<p>“Thanks. Sudah lama sekali kejadiannya. Tujuh tahun yang lalu. Tiga tahun sejak bercerai dengan Papa, ya akhirnya Mama mengambil keputusan bercerai juga. Bukan demi dirinya, tapi demi diriku. Ternyata 15 tahun memendam semua emosi membuat Mama terserang kanker. Tiga tahun beliau bisa bertahan, sampai akhirnya harus menyerah. Seumur hidup ia benar-benar membaktikan dirinya sebagai martir, demi ayah dan terutama&#8230; demi aku.</p>
<p>Babak yang kelam dalam hidupku telah usai. Sejak 18 tahun aku berusaha mandiri, tetapi Papa yang mungkin merasa bersalah atas kematian mama atau mungkin hanya merasa adanya kesempatan untuk meningkatkan citranya di mata publik mencoba memintaku tinggal dengannya. Kutolak! Bagaimana bisa aku hidup bersamanya yang telah berulang kali menyakiti Mama dan aku?”</p>
<p>“Steph, aku tahu memang tidak mudah sama sekali. Tetapi seburuk-buruknya, ia tetap Papamu. Menurutku babak kelam dalam hidupmu mungkin telah berlalu, tetapi efeknya masih begitu kental. Bebaskan dirimu dari rasa marah, rasa benci, dan rasa dendam itu, Steph.”</p>
<p>“Aku ingin sekali, Len. Tetapi setiap kali aku mencoba, setiap kali itu juga bayangan masa lalu itu muncul. Bagaimana aku bisa mengampuni orang yang telah membunuh Mama? Bagaimana aku bisa mengampuni orang yang telah merenggut kebahagiaan Mama? Bagaimana aku bisa mengampuni orang yang telah menghancurkan masa kecilku? Tolong beritahu aku, Len. Bagaimana aku dapat melupakan semua itu?” seru Stephen.</p>
<p>“Mengampuni bukan berarti melupakan, Steph. Kau bisa saja tetap ingat kejadian demi kejadian yang telah lalu. Tetapi saat ingat, tidak akan melukaimu lagi jika kau telah mengampuni. Mengampuni adalah cara untuk berdamai dengan masa lalumu, dengan dirimu sendiri. Mengampuni adalah satu-satunya cara untuk membebaskan dirimu dari perangkap masa lalu yang memenjarakan dan mengikatmu dengan begitu kuat. Mengampuni adalah untuk dirimu sendiri, Steph, bukan untuk orang lain.”</p>
<p>“Terlalu banyak yang sudah terjadi. Aku tidak tahu harus memulai dari mana.”</p>
<p>“Hm&#8230; kau bisa mulai dari saat kau kecil. Untuk setiap peristiwa yang kau ingat. Bawa semua dalam doa satu per satu. Minta Roh Kudus membukakan semua ingatan: yang menyedihkan, menyakitkan, mengecewakan. Semuanya. Setelah itu, mintalah kekuatan dari Tuhan untuk dapat memaafkan dan ambillah komitmen untuk memaafkan.”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dancingofmillionpens.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dancingofmillionpens.wordpress.com&amp;blog=14139989&amp;post=24&amp;subd=dancingofmillionpens&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dancingofmillionpens.wordpress.com/2010/06/10/sampai-ke-keabadian-bagian-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/48b9c582fd4f2ccd99eb04bf305e90bc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">archaengela</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
